Sekar Anindya

just another blog

Satelit

on April 2, 2012

Saat ini pertukaran informasi dapat berlangsung dengan cepat. Kita bisa mendapatkan berita dari belahan dunia lain dengan cepat menggunakan televisi ataupun internet, juga bisa berbicara lewat telepon dengan teman yang jaraknya ribuan kilometer. Hal tersebut menjadi mungkin karena adanya satelit yang ditempatkan di luar angkasa.

Satelit adalah benda yang mengelilingi planet dengan periode revolusi dan rotasi tertentu dan memiliki orbit peredaran sendiri. Orbit merupakan titik lintasan/jalur peredaran satelit dalam mengelilingi sebuah planet. Dalam orbit terdapat dua istilah, yaitu apogee (titik terjauh dengan bumi) dan perigee (titik terdekat dengan bumi).

Terdapat dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa alami (bukan buatan manusia) yang mengorbit pada sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya. Salah satu contoh satelit alami yang dimiliki bumi adalah bulan. Sedangkan Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang diluncurkan ke luar angkasa dan beredar mengelilingi planet. Salah satu contoh satelit buatan yang dimiliki Indonesia adalah Satelit Palapa. Satelit buatan memiliki berbagai macam kegunaan seperti untuk tujuan telekomunikasi, mata-mata (militer), penelitian, pengamatan bumi dan benda-benda luar angkasa, dan sebagainya. Satelit buatan juga terdiri dari bermacam-macam, tergantung dari fungsinya masing-masing.

Macam-macam Satelit :

  • Satelit Astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.
  • Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosikron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit bumi rendah.
  • Satelit pengamat bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati bumi dari orbit seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorology, pembuatan peta, dan lain-lain.
  • Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat. Selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS) bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.
  • Satelit mata-mata adalah satelit pengamat bumi atau satelit komunikasiyang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
  • Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dapat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.
  • Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan. Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.
  • Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim bumi.
  • Satelit miniature adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).

Jenis-Jenis Orbit :

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun, yaitu :

  • Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500km di atas permukaan bumi.
  • Orbit menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
  • Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
  • Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
  • Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit :

  • Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
  • Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.
  • Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub.

Bagaimana Bisa Satelit tidak jatuh Saat Mengelilingi Bumi?

Sampai saat ini, informasi yang diketahui mengenai struktur interior planet-planet, baik di dalam ataupun di luar sistem matahari, masih sangat sedikit. Untuk bumi, analisis kuantitatif terhadap struktur bagian dalam dapat dilakukan dengan cara mengukur penyerapan neutrino berenergi tinggi ketika menembus bumi, namun cara serupa belum dapat dilakukan di planet-planet lain. Analisis struktur interior planet-planet selain bumi yang digunakan saat ini adalah analisis struktur kimia material penyusun planet. Masalahnya adalah bagaimana membuktikan benar-tidaknya model yang dibuat.

Hampir semua planet di dalam sistem matahari memiliki satelit. Interaksi gravitasi antara satelit dan planet menyebabkan satelit berotasi terhadap pusat massa sistem planet-satelit. Pusat massa sistem yang tidak berada tepat di pusat massa planet menyebakan planet juga berotasi terhadap pusat massa sistem dengan kecepatan angular yang sama dengan satelit. Apabila orbit satelit tidak membentuk lingkaran sempurna, maka pusat massa sistem akan bergeser secara periodik dan sebanding dengan perubahan jarak satelit-planet. Pergeseran pusat massa sistem akan menyebabkan perubahan pada momen inersia planet terhadap pusat massa secara periodik juga. Akan tetapi, akan tetapi, tidak ada perubahan energi mekanik total pada sistem planet-satelit, sehingga perubahan energi kinetik sistem hanya berasal dari perubahan energi potensial saja. Perubahan energi kinetik ini akan menyebabkan perubahan pada besarnya kecepatan angular satelit, dan perubahan kecepatan angular satelit ini pasti bersifat unik karena bergantung pada momen inersia planet terhadap pusat massa yang nilainya juga unik. Data-data momen inersia planet terhadap pusat massa sistem dapat digunakan untuk memperoleh struktur lapisan interior planet. Jadi dengan mengetahui bentuk orbital satelit, massa planet, massa satelit, dan kecepatan sudut satelit mengelilingi planet, maka struktur lapisan interior planet dapat diketahui

Bila mendengar Sistem Komunikasi Satelit, pertanyaan yang pertama muncul tentu adalah, bagaimana caranya agar suatu satelit dapat berputar pada orbitnya tanpa jatuh ke bumi. Bumi dan satelit dapat dianggap sebagai 2 partikel yang saling tarik menarik atu sama lain, sesuai dengan hukum gaya tarik menarik antara 2 massa yang
besarnya dapat dinyatakan sebagai berikut :

F1 = k m1 m2 / ( R+h )2

Dimana :

F1        =  gaya tarik menarik

K          = konstanta Gauss = 0,01720209895

m1       =  massa bumi

m2       =  massa satelit

R          =  radius bumi

H          =  tinggi satelit dari permukaan bumi

Agar satelit dapat berputar terus pada orbitnya tanpa jatuh ke bumi, maka harus ada satu gaya lain yang bekerja pada satelit, sehingga terjadi keseimbangan antara gaya tarik menarik F1 dan gaya tersebut, yakni gaya sentrifugal yang besarnya adalah :

F2 = m2 v2 / ( R+h )

Dimana :

F2        =  gaya sentrifugal

m2       =  massa satelit

v          =  kecepatan satelit mengelilingi bumi

R          =  radius bumi

H          =  tinggi satelit dari permukaan bumi

Dengan Menyamakan F1= F2 dan memasukan semua variabel yang kita ketahui. Maka kita dapat menentukan tinggi Satelit yang pas dari permukaan bumi. Karena dua gaya yang berkerja sama besar mengakibatkan satelit yang mengelilingi bumi tidak akan jatuh.

Sumber :

http://koboyit.blogspot.com/2011/05/bagaimana-bisa-satelit-tidak-jatuh-saat.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit

http://engineeringtown.com/kids/index.php/teknologi-komunikasi/163-satelit


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: