Sekar Anindya

just another blog

Manfaat dan Bahaya Kopi

on November 6, 2011

Kopi adalah salah satu jenis minuman yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Baik kalangan atas sampai kalangan bawah. Dulu kopi hanya terkenal dengan kopi hitam, tapi sekarang tidak lagi begitu. Kopi sudah banyak dicampur dengan bermacam-macam rasa, seperti susu, cokelat, dan lainnya. Namanya pun dari mulai cappucino, coffelatte, ataupun moccacino banyak terlihat di cafe atau restoran bermerek “kopi”.

Kopi Bahkan bakan sudah menjadi sebuah “gengsi” bagi masyarakat. Ada restoran atau kafe yang khusus menjual minuman kopi dengan harga yang selangit. Banyak sekarang orang-orang yang pergi keluar hanya untuk ngopi dan bercengkrama dengan kerabatnya.

Saya sangat menyukai kopi, bukan hanya untuk sekedar gengsi, tapi saya memang menyukai jenis minuman yang satu ini. Sebagai mahasiswa, tentunya kegunaan kopi bagi saya adalah sebagai teman begadang demi mengerjakan tugas kuliah. Bukan untuk gengsi

Kali ini saya akan membahas mengenai manfaat dan bahaya yang ditimbulkan kopi.

Selama ini memang banyak yang beranggapan tentang akibat buruk dari mengonsumsi kopi. Namun sebenarnya, jika dikonsumsi dengan baik (tidak berlebihan) kopi memiliki beberapa manfaat untuk mencegah penyakit yang menyerang tubuh kita.

Mengenai manfaat kopi sendiri ternyata sudah tercermin dari namanya, “kopi” yang diambil dari kata dalam bahasa arab “qahwah” yang memiliki arti “kekuatan”. Kata qahwah ini kemudian berubah dalam berbagai bahasa menjadi “kahveh” (Turki) – “koffie” (Belanda) – “kopi” (Indonesia).

Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Harvard Women’s Health, manfaat minum kopi beberapa cangkir setiap hari dapat menghindarkan kita dari penyakit diabetes tipe 2, kanker usus besar, Parkinson, batu ginjal, hingga sirosis/rusaknya fungsi hati, serta menghindarkan kita dari menurunnya daya kognitif otak.

Sedangkan menurut hasil dari 20 studi yang dilakukan oleh berbagai peneliti di seluruh dunia menjelaskan bahwa manfaat kopi benar-benar dapat menghindarkan kita dari serangan diabetes tipe 2 hingga 50%. Kandungan asam klorogenik dan zat trigonelin (pro vitamin B3) yang terdapat pada kopi dapat menghambat penyerapan gula, merangsang pembentukan hormon insulin dan GLP-1.

Beberapa manfaat kopi untuk kesehatan antara lain sebagai berikut:

  • Untuk menghindarkan diri dari serangan jantung dan stroke. Kopi memiliki kandungan yang dapat menghindarkan kita dari seranganjantung hingga stroke. Hal ini telah dibuktikan pada suatu studi yang melibatkan lebih dari 83000 wanita dengan usia 24 tahun lebih. Mereka minum 2-3 cangkir kopi/hari. Hasilnya menunjukan bahwa wanita-wanita tersebut memiliki resiko 19% lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsi kopi. Hal tersebut juga dilakukan terhadap beberapa pria Finlandia. Dan hasil yang diperoleh juga relatif sama.
  • Untuk menghindarkan dari Serangan Kanker. Manfaat kopi ini diketahui dari berbagai riset yang dilakukan secara konsisten oleh para peneliti. Hasilnya menunjukan bahwa kanker hati, kanker usus besar, hingga kanker payudara dapat dicegah dengan mengonsumsi kopi.
  • Untuk mencegah penyakit Sirosis.
  • Untuk menghindarkan diri dari penyakit Parkinson.

SAYANGNYA, kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek “kecanduan” baik secara psikologis maupun fisiologis. Ciri umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan mengantuk kalau seharian saja tidak minum kopi. Yang wajar adalah mengkonsumsi kopi sebanyak 85-200 mg atau 1-3 cangkir kopi. Namun, minum kopi diatas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai muntah-muntah.

Minum kopi juga bebahaya bagi penderitaan hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing cepat penuh.
Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia menopouse, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah resiko kekeroposan tulang (osteoporosis).

Demikian halnya laporan para peneliti dari Harvard School of Public Health, sebagaimana dicatat Balch dan Stengler dalam Prescription for Natural Cures. Walau menyisakan tanda tanya ihwal kejadiannya, mereka menemukan, wanita yang mengonsumsi 5-7 gr kafein per bulan (setara dengan dua cangkir kopi per hari) memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena endrometriosis daripada yang tidak mengonsumsi kafein.

Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring iini dipelajari oleh sejumlah peneliti di Belanda. Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein merupakan substansi yang terbentuk pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan resiko penyakit jantung.

Meski belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah terbukti bahwa zazt tersebut acap kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium. Timbunan ini bisa mengakibatkan pergeseran dinding pembuluh darah arteri (arterioklerosis).
Disisi lain menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam membentuk propionilkoa (substansi yang berperan dalam metabolisme lemak dan karbbohidrat), asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya 7-22 ug mol/ L.

Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga kadar kolesterol dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila kopi dihentikan dan keadaan tubuh sehat, kalebihan homosistein dapat secara alami normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein, kenaikan kadar homosistein dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang banyak mengandung metionin.

Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), diperkirakan resiko untuk terkena serangan jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin b6 bisa berkurang sampai 21%.

Atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang beresiko tinggi penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1-3 cangkir sehari (standar untuk orang eropa 3-5 cangkir). Itu pun tidak saat menjelang tidur. Kopi bisa digantikan segelas air jeruk, sayuran hijau, disertai konsumsi vitamin B6 dan B12 jenis-jenis makanan dan minuman ini tidak mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral, vitamin serta asam folat. Padahal vitamin B6, B12 dan asam folat sangat berperan dalam menurunkan kadar homosistein dalam tubuh, sehingga penyakit jantung koroner pun bisa dihindari.

Sumber :

http://fatma-snow.blogspot.com/2011/01/secangkir-kopi-mampu-mempertajam.html

http://turunberatbadan.com/2122/manfaat-kopi/

http://w4h48.multiply.com/reviews/item/8

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: