Sekar Anindya

just another blog

Entrepreneur

on March 30, 2011

Pada tulisan saya kali ini,  saya akan sedikit berangan-angan.

Bagaimana jika saya menjadi seorang pengusaha (entrepreneur)?

Mungkin saya akan bergelut di dunia kuliner. Mengapa kuliner? Karena menurut saya,  dunia kuliner tidak akan ada habisnya. Setiap orang akan membutuhkan pangan untuk kelangsungan hidupnya.

Di dunia yang sudah “mahal” ini saya ingin membuat usaha kuliner, syukur jika saya bisa membuka restoran, dengan menu yang enak, unik, serta dengan kualitas yang tidak dinomorduakan, dan tentunya dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan.

Karena saya adalah mahasiswa, maka saya ingin membuat menu makanan yang banyak disukai oleh anak-anak muda. Saya ingin membuat menu makanan ala Eropa seperti steak, roti dengan banyak topping, pasta, dan lain-lain.  Selain makanan, pasti juga ada minumannya. Saya tidak ingin hanya ada minuman yang biasa saja. Saya akan membuat inovasi baru dalam membuat minumannya, seperti cokelat, kopi, jus, es krim, dan lain-lain yang nantinya akan saya mix  sampai mendapat suatu menu baru yang tentunya “Unik dan Enak”.

Setelah memilih menu yang akan saya jual, kemudian kita berbicara masalah tempatnya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, sasaran utama saya adalah para anak muda, maka saya akan mencari lokasi yang berdekatan dengan sekolah atau kampus. Ditambah dengan mendekorasi tempat yang nyaman untuk sekedar “nongkrong”, pasti bisa menarik pengunjung, terutama anak muda.

Saya ingin membangun image bahwa harga restoran dengan menu ala Eropa juga bisa jauh dari kata mahal. Walaupun sampai saat ini saya tidak tahu bagaimana caranya agar saya tidak merugi dengan konsep saya di atas, karena sejujurnya saya tidak punya pengalaman apa-apa mengenai bisnis seperti ini-kebetulan juga sangat berbeda dengan jurusan kuliah saya(red: teknik elektro). Tapi saya yakin akan bisa.

Saya telah melihat contoh nyatanya. Dalam hal ini inspirasi saya adalah sepasang suami-istri Jody Brontosuseno dan Siti Hariyani. Mereka adalah pengusaha yang membangun sebuah rumah makan steak dengan nama “Waroeng Steak n Shake” yang kini lebih dikenal dengan istilah WS, lain daripada restoran steak lainnya. Jody dan Anik, berhasil menciptakan sebuah gebrakan baru di bisnis kuliner, dengan menawarkan salah satu makanan barat yang banyak diminati masyarakat yaitu steak, dengan harga yang sangat bersahabat.

Siapa sangka jika strategi tersebut cukup menarik minat konsumen, hingga waroeng steak yang dulunya hanya bermodalkan 5 buah hot plate dan 5 buah meja makan, dengan daya tampung 20 pengunjung. Kini berhasil berkembang pesat, mencapai lebih dari 30 cabang yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Seperti di daerah Jakarta, Medan, Bogor, Bandung, Semarang, Malang, Solo, Palembang, Yogyakarta, Bali, serta Pekanbaru. Dengan omset ratusan hingga milyaran rupiah setiap bulannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: